Transformasi Digital Pendidikan: MIN 4 Kota Padang Jadi MI Pertama Terapkan Absen Berbasis IoT
Padang, humas — Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kota Padang menjadi sorotan positif setelah menjadi
pelopor dalam penerapan sistem absen digital berbasis Internet of Things (IoT)
di lingkungan madrasah ibtidaiyah. Pada Selasa (7/10), Kasubbag TU Kantor
Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Rinaldi Putra, melakukan monitoring
dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan sistem absen digital tersebut di
madrasah yang berlokasi di Koto Lua itu.
Dalam kegiatan yang
berlangsung di ruang utama madrasah, Rinaldi Putra didampingi oleh Kepala MIN 4
Kota Padang, Desniwati, serta dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad)
Dian Khairaty dan Analis SDM Kankemenag Kota Padang, Dina Wahyuni. Kegiatan
monev ini bertujuan untuk memastikan sistem absensi digital berjalan optimal
dan memberi dampak positif bagi kedisiplinan siswa serta keterlibatan orang
tua.
Menurut Rinaldi Putra,
penerapan absen digital ini merupakan langkah maju dalam mendukung transformasi
digital di dunia pendidikan madrasah.
“MIN 4 Kota Padang
menjadi madrasah ibtidaiyah pertama di Kota Padang yang menggunakan sistem
absensi digital berbasis IoT. Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena
dapat memantau kehadiran siswa secara real-time dan langsung terhubung dengan
wali murid,” ujar Rinaldi saat memberikan arahan.
Sistem absen digital ini
sebelumnya telah dilaunching langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Padang, Edy
Oktafiaandi, pada 25 Agustus 2025. Program tersebut menjadi salah satu bentuk
penerapan teknologi informasi dalam mendukung efektivitas administrasi dan
pengawasan kegiatan belajar di madrasah.
Dalam penjelasannya, Kepala
MIN 4 Kota Padang, Desniwati, menyampaikan bahwa sistem ini baru diterapkan
untuk siswa kelas 5 dan 6 sebagai tahap awal. Data absensi siswa terekam
otomatis saat mereka menempelkan kartu identitas digital di perangkat sensor
yang dipasang di depan kantor guru di madrasah. Hasil absensi tersebut kemudian
langsung terkirim ke sistem daring yang dapat diakses oleh guru dan wali murid.
“Dengan sistem ini, orang
tua bisa langsung mengetahui kehadiran anaknya setiap hari melalui notifikasi
di ponsel. Ini membantu meningkatkan komunikasi antara pihak madrasah dan wali
murid,” jelas Desniwati.
Sementara itu, Kasi
Penmad Dian Khairaty mengapresiasi inisiatif MIN 4 Kota Padang dalam mendukung
digitalisasi layanan pendidikan. Ia menilai, penerapan absen digital bukan
hanya mempermudah pendataan, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan
teknologi untuk mendukung budaya disiplin sejak dini.
Kegiatan monev berjalan
lancar dengan sesi tanya jawab dan diskusi teknis antara tim Kankemenag dan
pihak madrasah. Rinaldi Putra juga berharap agar inovasi ini bisa menjadi
percontohan bagi madrasah lainnya di Kota Padang untuk mengembangkan sistem
serupa.
“Kami akan terus memantau
dan memberikan pendampingan agar penerapan sistem ini berjalan maksimal. Ke
depan, semoga semua madrasah bisa meniru langkah positif yang telah dilakukan
oleh MIN 4 Kota Padang,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MIN 4 Kota Padang semakin menegaskan posisinya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus berkomitmen meningkatkan transparansi dan kedisiplinan peserta didik melalui inovasi digital. (dpr)







Komentar
Posting Komentar